Dakwah

Mengadu terus kepada Allah, bukan mengadu di Facebook

Siapa yang sedang dizalimi, berdoalah. Jangan banyak merungut mengadu di Facebook kepada manusia, tapi mengadulah kepada Allah.

Ada banyak hadith dari beberapa perawi mengenai hadith ini iaitu pesanan Nabi s.a.w ketika mengutus Muaz ke Yaman. Antaranya dari riwayat Al-Bukhari:

Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam berkata, kepada Mu’adz bin Jabal Radhiyalahu’anhu ketika Beliau mengutusnya ke negeri Yaman: “Sesungguhnya kamu akan mendatangi kaum Ahlul Kitab, jika kamu sudah mendatangi mereka maka ajaklah mereka untuk bersaksi tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Jika mereka telah mentaati kamu tentang hal itu, maka beritahukanlah mereka bahwa Allah mewajibkan bagi mereka shalat lima waktu pada setiap hari dan malamnya. Jika mereka telah mena’ati kamu tentang hal itu maka beritahukanlah mereka bahwa Allah mewajibkan bagi mereka zakat yang diambil dari kalangan orang mampu dari mereka dan dibagikan kepada kalangan yang faqir dari mereka. Jika mereka mena’ati kamu dalam hal itu maka janganlah kamu mengambil harta-harta terhormat mereka dan takutlah terhadap do’anya orang yang terzholimi karena antara dia dan Allah tidak ada hijab (pembatas yang menghalangi) nya”.

 

Dicampak ke neraka walaupun sering seru dakwah?

Sering seru kepada kebaikan & tinggalkan keburukan, tapi dicampak ke neraka? Tak takutkah?

Usamah berkata; “Aku mendengar Baginda (Nabi Muhammad s.a.w) bersabda: Pada hari qiyamat akan dihadirkan seseorang yang kemudian dia dilempar ke dalam neraka, isi perutnya keluar dan terburai hingga dia berputar-putar bagaikan seekor keledai yang berputar-putar menarik mesin gilingnya. Maka penduduk neraka berkumpul mengelilinginya seraya berkata; “Wahai fulan, apa yang terjadi denganmu?. Bukankah kamu dahulu orang yang memerintahkan kami berbuat ma’ruf dan melarang kami berbuat munkar?”. Orang itu berkata; “Aku memang memerintahkan kalian agar berbuat ma’ruf tapi aku sendiri tidak melaksanakannya dan melarang kalian berbuat munkar, namun malah aku mengerjakannya”.

Hadith menggerunkan ini ada dalam Riwayat Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad.

Makanan orang berdosa di neraka

Peringatan mengenai dahsyatnya seksa neraka, rujuk ayat 43 – 48 Surah Ad-Dukhan maksudnya:

Sesungguhnya pokok Zaqqum, (buahnya) menjadi makanan bagi orang yang berdosa. Seperti tembaga cair, mendidih dalam perut. Seperti mendidihnya air yang meluap-luap panasnya. “Renggutlah orang yang berdosa itu dan seretlah dia ke tengah-tengah neraka. Kemudian curahkanlah di atas kepalanya – azab seksa – dari air panas yang menggelegak”.

Jom konsisten amal istighfar mohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita 100 kali setiap hari.